Beredar SK Gubernur : Ayah, Anak dan Menantu Masuk Jajaran DKM Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta -->

Berita Terbaru

Beredar SK Gubernur : Ayah, Anak dan Menantu Masuk Jajaran DKM Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta

Kamis, 03 September 2020, 01:07
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta melalui surat keputusan nomor 893 tahun 2020 telah menetapkan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari masa khidmat 2020 - 2023.

Surat keputusan tersebut ditanda tangani langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertanggal 31 Agustus 2020. Dalam susunan pengurus yang ada, terjadi banyak perampingan dalam setiap tingkatan jika dibandingkan dengan susunan pengurus sebelumnya.

KH. Mahfudz Asirun pengasuh pondok pesantren Al-Itqon Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dipercaya menjadi Ketua DKM menggantikan KH. Zuhri Ya'kub. Dan dari nama-nama yang tercantum ada nama Humaidi Hambali, Lc, MA sebagai sekretaris  yang notabenenya adalah menantu KH. Mahfudz Asirun. Tercantum juga Putra KH. Mahfudz Asirun yaitu H. Syurohbiel Mahfudz, Lc., M. A sebagai Kepala Bidang Sosial.


Sebagaimana diketahui, Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari merupakan masjid yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat Jokowidodo menjabat sebagai Gubernur kemudian dilanjutkan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan rampung pembangunannya saat Sumarsono menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta.

Masjid ini sendiri di resmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada Sabtu 15 April 2017 dan kemudian beroperasi hingga saat ini dibawah pengelolaan langsung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


Dalam pantauan awak media, nampak pengerjaan fisik masih terus berjalan sampai saat ini dalam rangka perluasan beberapa fasilitas masjid seperti area parkir, taman dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jakarta yang kini memiliki masjid raya khususnya warga kelurahan Duri Kosambi tak terkecuali warga Rusun Pesakih yang jaraknya hanya beberapa puluh meter dari masjid.

Berbagai kegiatan keagamaan tak henti dilaksanakan baik yang rutin seperti pengajian Dhuha, Kultum Dzuhur dan pengajian ibu - ibu maupun yang bersifat insidental seperti perayaan hari besar Islam maupun seminar - seminar dan pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh pengurus DKM. (Andre Hans)

TerPopuler