Suaris Sembiring, SH : Saya Yakin Jika CH Hanya Orang Suruhan -->

Berita Terbaru

Suaris Sembiring, SH : Saya Yakin Jika CH Hanya Orang Suruhan

Jumat, 12 Juni 2020, 17:04
Jakarta, Kasus sidang perkara penangkapan oleh Kejaksaan Agung RI terhadap oknum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, YRM & FYP serta salah seorang swasta berinisial CH beberapa waktu lalu, terkait dugaan kasus pemerasan terhadap salah seorang mantan General Manager PT. DOK dan Perkapalan Kodja Bahari inisal MY memasuki sidang ke 4.

Sidang ke 4 (empat) kasus dugaan pemerasan oleh oknum Kejati berinisial YRM & FYP terhadap salah seorang Mantan GM PT. DOK berinisial MY melalui CH, yang menurut MY, CH saat itu bertindak sebagai orang utusan dari Kejati (YRM & FYP) berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Rabu (10/6/2020).

Kasus ini berawal dari adanya pemeriksaan saksi atas nama MY oleh Jaksa YRM dan FYP sebagai penyidik pada Kejaksaan Tinggi, dalam pemeriksaan tersebut MY meminta tolong agar perkaranya tidak dilanjutkan.


Kemudian, Jaksa Penyidik tersebut menyuruh CH menghubungi MY, sehingga terjadilah pertemuan antara MY, YRM, FYP dan CH di ruang Kasidik Kejaksaan Tinggi Jakarta Pusat untuk menindaklanjuti permintaan tolong MY, dalam pertemuan itu MY menyepakati akan memberikan uang sebesar 2 M kepada YRM & FYP secara bertahap apabila kasusnya dapat diamankan, itupun atas persetujuan YRM & FYP.

Selanjutnya, dari hasil kesepakatan tersebut MY melakukan penyerahan uang kepada YRM & FYP melalui CH secara bertahap, dengan totalnya 1,1 M kepada oknum Jaksa YRM & FYP sebagai langkah menindak lanjuti hasil kesepakatan di ruang Kasidik sebesar Rp. 2 M.

Adapun penyerahan uang tersebut di lakukan 4 tahap, tahapan pertama MY menyerahkan 500 juta, tahap kedua 500 juta, tahap ketiga 50 juta, tahap ke empat 50 juta.

Hal ini di sampaikan kepada NP yang diketahui sebagai rekan dari MY dan kemudian menceritakan hal tersebut kepada H (Staf Ahli di Kejagung RI) yang kemudian melakukan skenario OTT oleh Jaksa Agung RI dan direncanakan dalam penyerahan uang pada tahap ke empat sebesar 50 juta. Namun, pada saat itu gagal dikarenakan CH duluan pamitan pulang sebelum terjadi penyerahan dana sisa 50 juta tersebut.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, MY sangat yakin kalau dana yang diserahkan melalui CH sudah sampai di tangan YRM & FYP, bahkan apa yang dijelaskan MY turut dibenarkan CH, bahwa semua dana yang diserahkan MY melalui CH sudah diserahkan kepada kedua Penyidik YRM & FYP.

"Nemang benar apa yang disampaikan dalam kesaksian MY, dimana dia (MY) sudah menyerahkan uang sebesar 1,1 M kepada YRM & FYP melalui saya (CH)," ungkapnya membenarkan.

Menurut CH, sekembalinya dari Kejaksaan Tinggi DKI pada saat penyerahan uang ke 2, CH saat itu membawa berkas-berkas BAP dan Rekening Koran a/n MY yang langsung diserahkan FYP kepada CH.

Seperti yang diketahui, bahwa dalam sidang ke 3 yang lalu, dimana saksi berinisial S (Aspidus Kejati DKI Jakarta) menjelaskan, bahwa tidak pernah membuat surat panggilan dan menyuruh YRM memanggil MY untuk diperiksa.

Menurut S (Aspidus Kejati DKI Jakarta) kalaupun ada pengembangan dalam perkara tersebut harus ada ekspos dan seizin dari Kejati, mengingat perkara ini ada tersangkanya dan sudah P21 dan sudah dilimpahkan Kejaksaan Jakarta Utara.

S (Aspidus Kejati DKI Jakarta) merupakan mantan Kajari Jakarta Utara, sehingga paham terhadap kasus ini.

Diketahui, bahwa saksi MY juga dalam kesaksiannya menerangkan, bahwa CH merupakan orang suruhan YRM & FYP, masih ada beberapa saksi lagi yang akan diperiksa, namun kendala waktu, akhirnya sidang di tunda sampai hari Rabu 17 Juni 2020 nanti.

Selanjutnya, Kuasa Hukum Terdakwa CH Suaris Sembiring, SH kepada awak media sehabis menghadiri sidang ke 4 menegaskan, bahwa dirinya meyakini kalau kliennya CH hanyalah sebagai orang suruhan YRM & FYP yang artinya tidak mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan.

Suaris Sembiring, SH juga menambahkan, kalau semua yang dilakukan kliennya yakni CH, semata berdasarkan arahan dari YRM dan FYP.

Lanjut Suaris, kalau kliennya sejak dari awal sudah kooperaktif dan dia tegaskan, bahwa CH akan selalu Kooperaktif dalam menguak kasus ini, dan kliennya akan menyampaikan fakta yang sebenarnya, bahkan CH sendiri sudah mengajukan diri sebagai JC (Justice Colaborator).

"Harapan saya dengan tindakan CH seperti itu akan menjadi pertimbangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam membuat tuntutan dan pertimbangan Hakim untuk membuat suatu putusan, " harap Suaris Sembiring, SH. (tim)

TerPopuler