4 Bulan Proses Pemecahan Sertifikat Belum Selesai, Adun Nilai Kinerja Oknum Pegawai ATR/BPN Tangerang Lambat -->

Berita Terbaru

4 Bulan Proses Pemecahan Sertifikat Belum Selesai, Adun Nilai Kinerja Oknum Pegawai ATR/BPN Tangerang Lambat

Kamis, 30 Januari 2020, 14:58
NUSAPRAMEDIA.COM, Kota Tangerang - Adanya program Presiden Joko Widodo dalam pembuatan Sertifikat Tanah bagi masyarakat Indonesia seharusnya jadi tolak ukur bagi semua Pegawai ATR/BPN seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Kota Tangerang untuk bekerja cepat. Apalagi ini pemohon tidak masuk program pemerintah dalam hal ini proses pemecahan sertifkat lahan tidak gratis.

Seperti dilansir dari Media Siber.News, sangat disayangkan sekali jika adanya oknum pegawai Badan Pertanahan Negara A (ATR/BPN) yang berkantor di jalan Perintis Kemerdekaan, Kavling 5, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Tangerang City, Provinsi Banten, ternyata tidak sesuai harapan salah satu pemohon dikarenakan kinerja Oknum pegawainya diduga lambat dalam proses pemecahan sertifikat.


Adun, selaku pemohon menjelaskan, bahwa awal mula setelah melakukan pendaftaran yang diterima oleh salah seorang pegawai berinisial (SA) di loket pemohon, kemudian harus melakukan pengukuran tanah yang saat itu di tangani oleh (TM) tanggal 9 September 2019, sampai terbitlah gambar ukur untuk persyaratan lanjut ke pemecahan

Setelah persyaratan lengkap untuk proses pemecahan sertifikat atas nama Hardani Saleh, langsung didaftarkan ke loket dan pembayaran adminitrasi kepada petugas loket yang berimisial (FSU).

"Kalau mau ambil sertifikat surat tanda terima ini mesti di bawa dan pembuatan Sertifikat paling lambat 3 bulan," ucap salah satu petugas loket kepada Adun.

Setelah berjalan waktu 3 bulan ketika di konfirmasi kembali jawabnya belum selesai, sementara itu Humas Supandi menjelaskan bahwa akan membantu dan menanyakan prosesnya sampai dimana.

"Sehingga ketika ditanyakan ke Gedung 2 Kasie dan bagian kerja supaya cepat di kerjaan atas nama Hardani Saleh," ucap Humas itu kepada Adun.

Menurut Dani, Kasie bagian Gambar menjelaskan ketika di konfirmasi dari media SiberNews.com, dengan nada santai menjawab bahwa berkasnya belum selesai di karenakan mesinnya rusak.

"Sudah lebih 4 bulan dari awal pengukuran sampai Sekarang cuma ada di bagian Gambar, dengan peristiwa ini bisa kita lihat bagaimana proses pemecahan sertifkat tersebut terkesan lambat, tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai aturan yang sudah ditentukan," beber Adun.

Adun berharap agar oknum pegawai BPN ATR Kota Tangerang yang diduga dengan sengaja memperlambat proses pemecahan sertifkat agar segera di tindak tegas agar dikemudian hari tidak terjadi lagi peristiwa tersebut.

"Karena banyak merugikan masyarakat sehingga bulak balik untuk menanyakan apakah sertifikatnya sudah selesai," pumgkasnya. (BR)

TerPopuler